Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2016 = 4,43 (skala 0-5) | Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2016 = 79,83 | Apa itu gratifikasi? Mari mengenal untuk menghindari      ***       Menemukan indikasi tindak korupsi? LAPORKAN !!
[show]  [hide]  [show-banner]
workimg

BPTBA LIPI Perkenalkan Teknik Pembuatan Pewarna Alam dan Teknik Shibori ke Desa Petir

Gunungkidul - Kamis 24 Agustus 2017, pukul 09:00 WIB Ibu-Ibu di Desa Petir sudah bersiap untuk mengikuti pelatihan pembuatan zat warna alam. Pelatihan dipusatkan di kediaman Ibu Siti Mulyani, Di Desa Petir, Rongkop Gunungkidul. Bu Mul, begitu sapaan akrab bagi ketua UKM “Batik Prita Lestari” ini, berkeinginan kuat untuk mendorong ibu-ibu di sekitarnya untuk mengasah skill mereka di ranah perbatikan. Sebagai pembuka acara saat itu hadir bapak Hendra Herdian,M.Sc sebagai wakil dari BPTBA LIPI. Pada kesempatan tersebut beliau mengungkapkan keunikan yang beliau temukan sepanjang perjalanan menuju desa petir yaitu keindahan batu yang ditata seolah seperti sistem terasering di persawahan. “Inilah keunikan yang bisa dituangkan dalam motif batik petir”, ungkapnya.  “Silakan gali potensi budaya lokal untuk mengembangkan kerajinan batik di desa ini”, tambahnya. Perwakilan dari desa pun menyambut dengan hangat, Bapak Heru yang kala itu mewakili kepala desa mengucapkan terima kasih atas kehadiran BPTBA LIPI. Beliau berharap dengan pelatihan tersebut, ibu-ibu di Desa Petir mampu mengembangkan kreativitasnya, sehingga dapat menunjang perekonomian keluarga.

Pada kesempatan itu, BPTBA LIPI memberikan pelatihan pembuatan zat warna serta aplikasinya dalam pewarnaan dengan teknik shibori. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan IPTEKDA 2017 yang dikoordinir oleh Ibu Cici Darsih, M.Sc. Sebagai narasumber, Wuri Apriyana, M.Sc dari BPTBA LIPI memaparkan sekaligus mempraktikkan teknik pembuatan pewarna alami tentunya dengan alat sederhana yang dapat diterapkan di skala UKM. Ibu – ibu peserta pelatihan yang berjumlah 22 orang tersebut  nampak memperhatikan secara seksama setiap penjelasan yang disampaikan, ada beberapa diantaranya yang terlihat serius dan tegang, hingga sesekali Ibu Diah Pratiwi,M.Eng selaku moderator melontarkaan candaan khasnya untuk mencairkan suasana. Satu demi satu peserta mulai bertanya dan disambut dengan jawaban ramah oleh narasumber hingga sesi materi pertama tersebut berakhir.

Isian materi yang tidak kalah menariknya disampaikan oleh Sari Widyas Wati, S.Si. sebagai pemilik brand ‘Kolosal Natural’ yang menghadirkan kain dengan pewarna alami indigo. Pada kesempatan tersebut wanita yang akrab disapa “Mbak Sari” tersebut memperkenalkan pewarnaan kain dengan teknik Shibori. Teknik pewarnaan kain yang berasal dari negeri sakura ini telah banyak diadopsi oleh pengrajin di Indonesia tentunya dipadukan dengan cita rasa lokal dan kreativitas masyarakat kita. “Shibori merupakan teknik pewarnaan kain diantaranya dengan cara melipat, mengikat, memelintir, maupun menjahit hingga diperoleh kain dengan motif tiga dimensi”, paparnya. Satu persatu teknik shibori dijelaskannya sambil memamerkan kain hasil karyanya, peserta pun dibuat penasaran dan tak sabar untuk segera ke sesi selanjutnya.

Pada sesi praktik, peserta dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok mempraktikkan teknik yang berbeda yaitu Nui, Arashi, Kumo dan Itajime. Mbak Sari dengan telaten mengajari satu persatu dari ibu-ibu yang sudah bersiap dengan kain yang telah dibagikan panitia. Kala itu matahari makin meninggi, seiring dengan semangat ibu-ibu Desa Petir yang tetap membara. Beralaskan tikar, mereka mencoba mempraktikkan apa yang sudah diajarkan, menjelujur satu demi satu meniti pola yang tergambar di kain. Di sudut lain terlihat ibu-ibu dengan semangat melilitkan tali pada sebuah pipa yang telah terbungkus kain, sambil sesekali berkelakar. Tak kalah dengan kelompok lain, ibu-ibu kelompok “Kumo” tengah asyik mengikat kain dengan benang, sembari melirik kelompok “Itajime” yang sedang sibuk melipat kain yang dipress menggunakan keramik.

Selepas istirahat, peserta diajarkan teknik pewarnaan menggunakan pewarna alami indigo, satu demi satu kain dicelupkan pada larutan pewarna alam tersebut. Dengan sabar peserta mengikuti instruksi dari narasumber, sesekali pertanyaan terlontar dari para peserta. Proses pewarnaan yang memakan waktu cukup panjang, membuat beberapa peserta nampak lelah, namun tidak sedikit pula yang tetap semangat hingga proses pewarnaan usai.

Setelah proses pewarnaan selesai, Mbak Sari mengajarkan cara melepaskan ikatan maupun lilitan tali pada kain yang telah berwarna biru tua itu. Ibu-ibu yang tak sabar melihat hasil kerja mereka segera mendekat, dan mereka dibuat takjub dengan kain yang mereka hasilkan. Senyum lebar penuh rasa kepuasan tampak jelas di wajah mereka, seperti tak percaya dengan hasil yang mereka peroleh. Di penghujung acara, Bu Mul berterimakasih kepada BPTBA LIPI atas terselenggaranya acara pelatihan tersebut, dan berjanji akan terus mengembangkan UKM Batik Prita Lestari dengan diversifikasi produk yang telah dilatihkan. (WA)

|


Artikel Sejenis