Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2016 = 4,43 (skala 0-5) | Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2016 = 79,83 | Apa itu gratifikasi? Mari mengenal untuk menghindari      ***       Menemukan indikasi tindak korupsi? LAPORKAN !!
[show]  [hide]  [show-banner]
workimg

Workshop Pembuatan Film Dokumenter IPTEK Untuk Pelajar

 

BULAN TEKNOLOGI BPTBA LIPI TAHUN 2017

Yogyakarta – Sabtu, 9 September 2017, Pkl. 13:00 WIB, dalam rangkaian pelaksanaan Puncak Acara Bulan Teknologi Tahun 2017, Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Gunungkidul bersama UPT Balai Informasi Teknologi LIPI mengadakan acara Workshop Pembuatan Film Dokumenter IPTEK Untuk Pelajar – Membangun Ide Cerita. Bertempat di Science Theater Taman Pintar Yogyakarta, acara diikuti oleh 45 peserta pelajar SMP-SMA dan Universitas dari berbagai daerah di Yogyakarta, Cilacap dan Bekasi-Jawa Barat.

Acara workshop diisi dengan sambutan dan paparan dari Kasie. Pengelolaan Sistem Informasi Teknologi UPT Balai Informasi Teknologi LIPI-Ibu Penny Sylvania Putri, M.Sn. yang memaparkan tentang profil UPT Balai Informasi Teknologi LIPI dan tugas pendokumentasian kegiatan penelitian. Acara workshop terlebih dahulu dimulai dengan pemutaran film “The Zoologists – Lembaran Cerita Dalam Ekspedisi” yang menceritakan tentang perjalanan di bidang penelitian zoologi yang dilakukan oleh Peneliti P2B (Pusat Penelitian Biologi) LIPI, Bpk. Maharadatunkamsi, M.Sc., Amir Hamdy, Yuli Sulistya Fitriana, dkk. di wilayah pedalaman Nusa Tenggara. Kemudian acara dilanjutkan dengan presentasi Ibu Penny Sylvania Putri, M.Sn. yang menerangkan tentang Tahapan Produksi Dalam Film, berisikan ; skenario, produksi dan pasca produksi untuk pemutaran film. Penny Sylvania Putri mengatakan “karena kami bekerja di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan sains maka kami selalu mengkomunikasikan sains”. Ia melanjutkan paparan mengenai Kenapa Film ?, Apa Yang Menarik Dari Teknologi Digital ? dan Pembuatan Film Dokumenter IPTEK/Sains. Ia melanjutkan mengenai Fim Making ; plannning, hardwork dan creativity. Ia mengatakan “terdapat problematika dalam pembuatan film dokumenter sains bahwa peneliti itu bukan aktor – Scientist Are Not Typically Good Actors”. Lalu ia menjelaskan “kenapa membuat film dalam IPTEK, Sains dan Ekspedisi”, hal ini dilakukan untuk mempromosikan - promote science solutions, “ucapnya. Lalu ia memaparkan satu-persatu tahapan dalam pembuatan film/Membuat Film, yaitu : rencana awal, topik-tujuan, target penonton, menetapkan cerita, pertanyaan besar – pesan yang disampaikan, gaya bertutur, durasi dan distribusi, peran dalam produksi, tahap pra-produksi, concept refinement/penyempurnaan konsep, making concept, riset narasumber, lokasi, script/outline, shot list dan lain - lain.

Audiensi diisi dengan pertanyaan dari peserta, Sdr. Widya Mahesa (SMA N 1 Bantul) bertanya tentang bagaimana mencari inspirasi supaya menarik dalam pembatan film, “tanyanya. Penny Sylvania Putri lalu menerangkan bahwa inspirasi dapat ditemui di dalam kehidupan sehari-hari, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar sehari-hari, ex : kehidupan sekolah - pergi ke sekolah, kehidupan pengemis di jalan dan lain sebagainya, “jawabnya. Sdri. Annisa D Maharani  (MAN 2 Yogyakarta) bertanya tentang dalam film dokumenter haruskah diperlukan, diperhatikan mengenai kewarnaan, garis tekstur, dsb, “ucapnya. Lalu Penny Sylvania Putri menjawab bahwa dalam film dokumenter agak sedikit freestyle dan dapat dilakukan dengan berbagai jenis kamera, “ucapnya.

Di akhir acara workshop peserta dari kalangan pelajar ini diberikan tugas untuk Jelajah Taman Pintar Yogyakarta dan Temukan Ide dalam waktu 15 menit kemudian berkelompok, brainstorming untuk film yang akan dibuat ; penonton, elemen cerita, konsep, jalan cerita, big question, pesan, metode distribusi dan peran masing-masing anggota produksinya untuk didiskusikan bersama-sama./De

|


Artikel Sejenis