Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2016 = 4,43 (skala 0-5) | Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2016 = 79,83 | Apa itu gratifikasi? Mari mengenal untuk menghindari      ***       Menemukan indikasi tindak korupsi? LAPORKAN !!
[show]  [hide]  [show-banner]
workimg

Kunjungan BAPPEDA Kab. Bantul

 

Gunungkidul – Rabu, 1 November 2017, Pkl. 10:00 WIB, Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Gunungkidul dikunjungi oleh BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kab. Bantul, ikut pula dalam rombongan ini LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) STTNas Yogyakarta, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Pemkab Bantul dan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Pemkab Bantul. Dalam sambutannya Ibu Indrawati (Litbang BAPPEDA Kab. Bantul) mengatakan dalam kesempatan kali ini berkunjung bersama LPPM STTNas Yogyakarta yang melakukan pengabdian pada masyarakat antara lain penanganan pupuk, BAPPEDA Kab. Bantul dan STTNas sebagai mediator bagi masyarakat dan LIPI diharapkan sebagai penyedia teknologi, “ucapnya. Ia lalu mengatakan “kami memohon arahan supaya ada kerjasama tindak lanjut dari LIPI”.

Berjumlah 8 orang peserta, rombongan diterima oleh Kasie. Layanan Jasa dan Informasi BPTBA LIPI Safitri Widodo, S.E., Peneliti Bidang Pangan BPTBA LIPI Ir. M. Angwar, M.P. dan Tim Sie. Layanan Jasa dan Informasi BPTBA LIPI. Rombongan memperoleh paparan profil lembaga, bidang keilmuan dan kedeputian yang ada di LIPI. Dipaparkan juga produk hasil riset dan pengembangan yang dilakukan, teknologi dan produk yang disampaikan antara lain ; teknologi canning (gudeg, milu siram, dll), produk olahan pangan, produk pangan fungsional, produk pakan silase komplit, integrated farming system, biogas, bioethanol dan olahan herbal beserta area, lokasi dan kegiatan diseminasi, implementasi, pekan teknologi dan IPTEKDA di daerah - daerah.

Dalam diskusi, Ibu Indrawati mengatakan tahap pertama kita akan melakukan penjajakan terlebih dahulu dengan LIPI dan apakah diperlukan untuk diadakan MoU lalu selanjutnya bidang keilmuan teknologi, pangan, dsb. yang akan dikerjasamakan, “ucapnya. Dilanjutkan dengan Ibu Ani (LPPM STTNas Yogyakarta) yang membicarakan rincian tahapan – penelitian ex : pengolahan sampah untuk pupuk, packaging, produksi dan pemasaran, lalu diteruskan dengan pengolahan material maju, bagaimana supaya dapat dipasarkan dan terakhir yang dibicarakan ialah institusi pendidikan apakah dapat masuk ke dalam program IPTEKDA LIPI, “ucapnya. Diskusi lalu membicarakan mengenai UKM di Pondong yang dituntut oleh perkembangan zaman dalam pengembangan rumah produksi, pengolahan sampah dan pihak UKM sangat berharap bantuan dari bapak/ibu sekalian dalam hal pembinaan UKM. Kemudian diteruskan dengan mendiskusikan tentang pengolahan ketela, pati ketela, pengolahan kerupuk, dsb., mekanisme produksi, IPTEKDA untuk UKM, pengembangan produk Mides (Mie Pedes) khas Bantul beserta eksperimennya.

Dalam diskusi Ir. M. Angwar, M.P. menyampaikan Tahun 2013 sudah pernah melakukan pembinaan dalam membuat makanan aman dan dalam pengembangan sebaiknya dibuat model kluster dan bagaimana supaya produk menjadi awet, “ucapnya. Ia juga menyampaikan tentang tahapan riset, uji, proses dan SOP yang terukur yang harus dilakukan dalam pengembangan. Safitri Widodo, S.E. menyampaikan mengenai IPTEKDA untuk UKM, ia mengatakan “nanti akan dipilih dan harus berdasarkan MoU dan kebijakan untuk hal ini ada pada pimpinan”. Ir. M. Angwar, M.P. menyampaikan kembali mengenai produk, suatu produk sebaiknya diawali dengan riset dan sebaiknya ada tim kelembagaan untuk rumah produksi bagaimana mengelola dan memanage supaya bisa berjalan dalam hal produksi, barang, penguasaan teknologi maupun pengemasan, “ucapnya./De

|


Artikel Sejenis