• Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2017 = 3,82 (skala 0-4) || • Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2017 = 81,16 | Apa itu gratifikasi? Mari mengenal untuk menghindari      ***       Menemukan indikasi tindak korupsi? LAPORKAN !!
[show]  [hide]  [show-banner]
workimg

Sidang TPM (Tim Pengendali Mutu) - Kerjasama BPTBA LIPI dan Balitbangda Kab. Luwu Utara

 

Gunungkidul – Senin, 7 Mei 2018, Pkl. 09:00 WIB, Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia bekerjasama dengan Badan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Luwu Utara mengadakan kegiatan Sidang TPM (Tim Pengendali Mutu) Kegiatan Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Budidaya Dan Pasca Panen untuk “Riset Pengalengan Rambutan”. Kegiatan dihadiri oleh Bupati Pemkab. Luwu Utara, Ketua DPRD Kab. Luwu Utara, Kepala BPTBA LIPI, Kepala Balitbangda Kab. Luwu Utara, Asisten Ekonomi Dan Pembangunan Kab. Luwu Utara, Kepala Dinas/SKPD Kab. Luwu Utara dan Peneliti serta Teknisi Pangan BPTBA LIPI Gunungkidul.

Kepala BPTBA LIPI Hardi Julendra, S.Pt., M.Sc. dalam sambutannya mengatakan “kegiatan untuk proses pengalengan rambutan dan buah pangan lokal ini diharapkan nanti di Luwu Utara dapat memiliki pabrik sendiri untuk pengalengan”, lalu ia melanjutkan sesuatu produk yang baru semisal produk kapurung nantinya dapat menjadi start up industri baru di Kab. Luwu Utara, “ucapnya. Bupati Kab. Luwu Utara – Ibu Hj. Indah Putriindriani, S.IP., M.Si. dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Balitbangda Luwu Utara sebenarnya masih sangat muda dan hal ini tidak perlu menunggu lama untuk berkinerja, ia mengucapkan terima kasih untuk kerjasamanya sehingga Sidang TPM (Tim Pengendali Mutu) dapat terlaksana hari ini, ia melanjutkan di Luwu Utara belum ada fungsional peneliti, untuk hal ini masih ditawarkan untuk pengalihan fungsional yang lain ke fungsional peneliti, “ucapnya.

Ia juga menyoroti berbagai sektor potensi yang ada di daerah Luwu Utara, ia mengatakan lahan untuk pengembangan riset ada di daerah, karena daerah memiliki lumbung yang sangat besar untuk riset dan bagaimana melakukan pengembangan di Kab. Luwu Utara, di Luwu Utara terdapat potensi perkebunan sawit, kakao, durian, rambutan dan sebagainya, juga tak ketinggalan sektor industri. Untuk produk yang dikembangkan, ia mengatakan “hari ini khusus riset pengembangan buah rambutan dan nanti untuk komoditi/produk yang lain juga tidak kalah semisal ; Coto, Palibasa, Konro, dsb. Ia berkata insya allah kedepan dapat dikerjasamakan dan hal ini dapat menjadi potensi terbukanya lapangan pekerjaan dan lain sebagainya. Sedangkan Ketua DPRD Kab. Luwu Utara Bpk. Drs. H. Machfud Yunus, M.M. dalam pengantarnya menyoroti berbagai hal tentang potensi daerah Kab. Luwu Utara seperti perkebunan, industri dan pangan lokal, Ia mengatakan “agar kerjasama yang dibangun ini dapat membangun silaturahmi yang baik dan hasil yang maksimal untuk kegiatan pengalengan rambutan dan pangan lokal”.

Dalam pelaksanaan Sidang TPM (Tim Pengendali Mutu) yang dipimpin oleh Peneliti Bid. Pangan - Dr. Asep Nurhikmat dan Kepala Balitbangda Kab. Luwu Utara - Bpk. Ir. Bambang Irawan, M.Si., presentasi dibawakan oleh Dr. Asep Nurhikmat dengan fokus masalah yang menjadi perhatian berupa riset pengalengan buah dan pangan lokal, ia mengatakan hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi di Kab. Luwu Utara. Setelah memperlihatkan sampel produk makanan kaleng kapurung, selai durian dan buah rambutan ke peserta sidang, ia lalu menerangkan beberapa hal yang terkait dengan Food Quality, diantaranya ; Keamanan, Rasa, Nutrisi dan Penampilan. Berkaitan dengan keamanan, ia mengutarakan hal mengenai tanpa bakteri pembusuk, bakteri acuan dan tanpa pengawet, sedangkan untuk rasa ia menerangkan mengenai rasa yang enak menurut konsumen, non-MSG, standar resep dan rasa produksi. Selanjutnya ia meneruskan dengan proses pengalengan, formula rambutan, proses untuk selai durian, formula produk kapurung, analisa dan uji yang harus dilakukan.

Terdapat beberapa pendapat, saran dan masukan dalam sidang ini, Bpk. Hardi Julendra yang menekankan kegiatan ini adalah untuk menyampaikan hal - hal terkait dengan proses pengawetan makanan dan buah, ia juga menyampaikan “bahwa BPTBA LIPI saat ini sudah berpredikat PUI Kemenristekdikti RI dan bersertifikasi karena sudah seringnya riset dilakukan yang hampir selama 10 tahun lebih, mulai dari riset cocktail, riset jagung baby corn di Tahun 2004, lalu tempe kari, gudeg, mangut lele dan sayur lombok ijo, “ucapnya. Bpk. Bambang Irawan juga memberi masukan dalam sidang ini, ia mengatakan terkait dengan aspek pemasaran hal ini sudah direncanakan namun belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Kepala Dinas – Kepala Dinas/SKPD Kab. Luwu Utara juga memberikan masukan dan menyoroti mengenai teknologi dan proses pengalengan ini, diantaranya ketersediaan bahan pokok lokal yang terdapat di Luwu Utara berupa sagu, tahapan proses pengalengan dan pemasaran produk. Peneliti Bid. Pangan BPTBA LIPI – Ir. Agus Susanto juga menyempatkan diri untuk menyampaikan hal penting terkait dengan proses pengalengan, ia menekankan mengenai pentingnya standar resep untuk produk kapurung, apakah menggunakan bahan baku ayam, daging ataukah udang, ia juga memperhatikan tentang pengurusan perizinan MD BPOM, konsumen serta segmen pasar./De

|


Artikel Sejenis