• Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2017 = 3,82 (skala 0-4) || • Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2017 = 81,16 | Apa itu gratifikasi? Mari mengenal untuk menghindari      ***       Menemukan indikasi tindak korupsi? LAPORKAN !!
[show]  [hide]  [show-banner]
workimg

BPTBA LIPI Gunungkidul Adakan Workshop : Pengangkatan PNS Dalam JF Peneliti Melalui Penyesuaian/Inpassing dan Penilaian Angka Kredit Bagi Peneliti

Gunungkidul – Jum’at, 8 Desember 2017, Pkl. 14:00 WIB, Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengadakan Workshop : Pengangkatan PNS Dalam JF Peneliti Melalui Penyesuaian/Inpassing dan Penilaian Angka Kredit Bagi Peneliti, kegiatan workshop bertempat di Ruang Rapat Utama BPTBA LIPI dengan menghadirkan narasumber Kepala Pusbindiklat (Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan) LIPI – Bpk. Prof. Dr. Dwi Djoko, M.Sc., kegiatan workshop diikuti oleh peneliti dan struktural BPTBA LIPI serta dibuka oleh Kepala Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bpk. Hardi Julendra, S.Pt., M.Sc.

Dalam sambutannya ia mengucapkan terima kasih telah menghadiri workshop, kita bersyukur dapat melanjutkan agenda yang tertunda kemarin, “ucapnya, ia melanjutkan dengan mengatakan “di Balai ini peneliti ada 40 orang, ada yang sekolah, ada yang izin dan yang dapat hadir disini”, ia menyampaikan bahwa terdapat 3 kelompok penelitian yaitu : pangan, pakan, bahan alam dan lingkungan, ia juga mengatakan bahwa yang menarik pada workshop ini Inpassing itu seperti apa, penilaian angka kredit dan lain sebagainya yang nantinya dapat ditanyakan ke Prof. Djoko, “ucapnya.

Paparan langsung dilkukan oleh Prof. Djoko mulai dari Kepmenpan KEP/128/M.Pan/9/2004, Peneliti dan Kepakaran, Tugas Pokok Peneliti, Tanggung Jawab Peneliti, Hasil Kerja Peneliti, Peningkatan Kompetensi Peneliti, Pengangkatan Pertama Dalam Jabatan Fungsional Peneliti dan Regulasi Pembinaan Peneliti. Ia lalu meneruskan dengan paparan Jabatan Fungsional Peneliti Pada Era ASN (Aparatur Sipil Negara) yang berupa regulasi, aparatur sipil negara dan lain – lain. Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai Inpassing ke Jabatan Fungsional Peneliti berdasarkan Perka LIPI No. 5 Tahun 2017, ia mengatakan bahwa terdapat 2 Dasar Hukum dalam hal ini mengenai Inpassing yaitu Kepmenpan KEP/128/M.Pan/9/2004 dan Perka LIPI No. 5 Tahun 2017, “ujarnya. Ia lalu melanjutkan menjelaskan mengenai Inpassing yang ditujukan bagi Pejabat Fungsional Peneliti dan Pejabat Non Fungsional, Ketentuan Inpassing, Formasi, Inpassing, Batas Usia, Persyaratan, Penyesuaian ke JFP, Inpassing untuk JF Peneliti, Angka Kredit Inpassing, Syarat Hasil Kerja Minimal, Hasil Kerja Minimal dan Uji Kompetensi.

Dalam paparan pertama ini diteruskan dengan diskusi yang datang dari pertanyaan Sdri. Ervika, M.Sc. mengenai kenaikan tingkat pada peneliti yang berdasarkan PAK (Penilaian Angka Kredit) atau Inpassing, diteruskan dengan pertanyaan dari Bpk. Mamat Setiaman tentang bagaimana proses Inpassing dari teknisi ke peneliti, lalu pertanyaan dari Sdri. Anggita, M.Sc. tentang bagaimana gambarannya pidah satu jenjang yang dijelaskan sebelumnya, diteruskan dengan pertanyaan dari Sdri. Ema Damayanti, M. Biotech. mengenai Penilaian Angka Kredit Peneliti dan syarat kenaikan pangkat/golongan, pertanyaan terakhir mengenai Inpassing ini datang dari Ibu Dini Ariani, M.Sc. yaitu tentang bagaimana tata cara memasukkan pengajuan Inpassing beserta batasan usia yang ditentukan.

Setelah semua pertanyaan dijawab oleh Prof. Djoko, ia meneruskan dengan paparan lanjutan yang menjelaskan mengenai Penyamaan Persepsi PAK dan JF Peneliti, Unsur Penilaian berupa Pendidikan Formal dan Khusus, Penilaian Karya Tulis Ilmiah berupa Buku, Jurnal, Makalah dan Prosiding dan diteruskan dengan Paten, Penghargaan Ilmiah, Memimpin Unit Litbang, Pengganti Legalisir dan lain sebagainya./De

|


Artikel Sejenis