• Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2017 = 3,82 (skala 0-4) || • Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2017 = 81,16 | Apa itu gratifikasi? Mari mengenal untuk menghindari      ***       Menemukan indikasi tindak korupsi? LAPORKAN !!
[show]  [hide]  [show-banner]
workimg

BPTBA LIPI Bersama BAPPEDA Gunungkidul dan Universitas Gunungkidul Selenggarakan Seminar Hasil Penelitian 2018

BULAN TEKNOLOGI BPTBA LIPI TAHUN 2018

 

Gunungkidul – Selasa, 13 November 2018, Pkl. 09:00 WIB, masih rangkaian pelaksanaan Bulan Teknologi Tahun 2018 Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – LIPI. BPTBA LIPI bersama-sama dengan BAPPEDA Kab. Gunungkidul dan Universitas Gunungkidul seperti biasanya dalam kegiatan bulan teknologi menyelenggarakan seminar diseminasi hasil riset. Kegiatan Seminar Hasil Penelitian 2018 yang bertema : “Inovasi Dan IPTEK Berbasis Kearifan Lokal Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat”, dihadiri oleh Wakil Kepala LIPI-Bpk. Prof. Dr. Bambang Subiyanto, M.Agr., Rektor Universitas Gunungkidul-Bpk. Saryana, M.Si., Perwakilan BAPPEDA Kab. Gunungkidul-Bpk. Resmiyadi, S.P., M.Si. dan Kepala BPTBA LIPI-Hardi Julendra, S.Pt., M.Sc.

Dalam sambutan, Kepala BPTBA LIPI-Hardi Julendra mengutarakan “semoga seminar ini bermanfaat, sudah tahun yang ke-4 diadakan, dari seminar inilah kemudian digagas Rongkop sebagai Kecamatan IPTEK”. Ia pun melanjutkan, pada pagi ini kita berkesempatan akan me-launch Kecamatan IPTEK di Rongkop, “ujarnya. Sedangkan Wakil Kepala LIPI-Bambang Subiyanto dalam pengantar yang sekaligus pembukaan kegiatan seminar mengatakan, “ini sangat bagus, bagaimana kali ini ada sinergi seperti sapu lidi, mudah-mudahan jadi kekuatan”, ia melanjutkan dengan menyoroti mengenai peneliti masuk desa, ia berkata “peneliti masuk desa adalah bagaimana mengimplementasikan hasil-hasil penelitian untuk dimanfaatkan masyarakat, sehingga terjadi keseimbangan antara desa dan kota, penduduk desa tidak perlu ke kota karena sudah punya sendiri”, “program peneliti masuk desa berhasil kuncinya adalah pendampingan, harapan kami peneliti masuk desa ini agar desa tersebut menjadi desa mandiri”. Selanjutnya ia mengatakan “yang kedua yang penting yaitu SDM (Sumber Daya Manusia) agar dipersiapkan, untuk Pemda agar dipersiapkan orang-orang yang siap menerima transfer teknologi kita”.

Seminar kali ini dimoderatori oleh Peneliti Pangan Lokal-Ervika Rahayu, M.Sc. dengan terbagi kedalam 2 sesi ; Sesi-I menghadirkan 4 orang pemateri/narasumber, yaitu Risma Wira Bharata, M.Sc. (tema : Evaluasi UMKM Dalam Pos Ekonomi Produktif Pada Pengelolaan APBDes Di Kec. Rongkop), Septyono Eko Bawono (tema : Pengembangan Ekowisata Kawasan Pantai Karst KSP II Di Kab. Gunungkidul), Evi Nilawati, S.IP., M.M. (tema : Analisis Isi Jurnalisme Warga Pada Sistem Informasi Desa “SIDA SAMEKTA” Di Kab. Gunungkidul), dan Catarina Wahyu Dyah Purbaningrum, M.Pd. (tema : Identifikasi Penggunaan Bahan Baku Lokal Dalam Pembuatan Makanan Tradisional Gunungkidul). Sedangkan untuk Sesi-II, penyampaian materi mengenai diseminasi dan implementasi dari para peneliti BPTBA LIPI, yaitu : Dr. Ahmad Sofyan, Dr. Roni Maryana, Dyah Pratiwi, M.Sc. dan Umi Laila, M.Sc. Materi yang dijelaskan yaitu mengenai a) Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Kacang Tanah di Perkumpulan Bimaram, b) Alih Teknologi Bahan Alam Untuk Pemanfaatan Limbah Olahan Pangan Tradisional Sebagai Bahan Baku Asap Cair (Kec. Berbasis IPTEK Tepat Guna), dan c) Aplikasi Silase Berbasis Hijauan Lokal Dari Limbah Pertanian Untuk Mengatasi Kelangkaan Pakan Di Kec. Rongkop Kab. Gunungkidul.

Untuk audiensi diisi dengan berbagai macam pertanyaan yang muncul, Bpk. Padmadiyono-UGK, bertanya mengenai penelitian Pantai Karst di seluruh Gunungkidul, ia menerangkan 1 aspek kecenderungan masyarakat/perangkat desa untuk wilayah pantai, bagaimana peneliti menentukan suatu kawasan tertentu, kawasan konservasi atau kawasan apa. Sedangkan Bpk. Budi-Dinas Pertanian & Pangan Gunungkidul menanyakan tentang bahan baku lokal, mewujudkan jumlah kuliner/data makanan, pemasaran produk dan produk mocaf yang harganya lebih mahal daripada tepung gandum, ia juga mengangkat pembicaraan mengenai produk unggul, yang paling unggul dari sisi kualitas, kuantitas dan pemasaran. Peserta lainnya dalam seminar ini juga mendiskusikan mengenai kawasan dan keindahan pantai, pertanian dan bahan baku diversifikasi produk olahan pangan, pengembangan bahan baku lokal, alih teknologi asap cair dan silase pakan beserta kelangkaannya./De

 

 

 

|


Artikel Sejenis