Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2016 = 4,43 (skala 0-5) | Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2016 = 79,83 | Apa itu gratifikasi? Mari mengenal untuk menghindari      ***       Menemukan indikasi tindak korupsi? LAPORKAN !!
[show]  [hide]  [show-banner]

Program Pangan

 

Pembangunan ketahanan pangan di Indonesia telah ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan yang dirumuskan sebagai usaha untuk mewujudkan ketersediaan pangan bagi seluruh rumah tangga dalam jumlah yang cukup, mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, merata serta terjangkau oleh setiap individu.

Sampai saat ini masih banyak rumah tangga yang belum mampu mewujudkan ketersedian pangan yang cukup terutama dalam hal mutu/tingkat gizi. Dalam hal ini keanekaragaman pangan menjadi salah satu pilar dalam ketahanan pangan. Keanekaragaman sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan konsumsi masyarakat menuju pangan yang beragam dan bergizi seimbang. Berbagai sumber pangan lokal pada beberapa wilayah masih dapat dikembangkan untuk memenuhi keanekaragaman konsumsi pangan masyarakat pada wilayah yang bersangkutan.

Konsumsi pangan yang beranekaragam diharapkan dapat memenuhi kecukupan gizi seseorang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Namun sekarang ini telah terjadi perubahan dalam pola konsumsi sebagai bagian dari perubahan gaya hidup. Terdapat kecenderungan untuk mengkonsumsi makanan siap saji dengan kalori tinggi, rendah kandungan seratnya. Adanya ketidakseimbangan dalam pola konsumsi ini telah mendorong timbulnya berbagai masalah kesehatan. Diet tinggi lemak dan tinggi kalori berkaitan erat dengan peningkatan prevalensi obesitas yang sering menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif di antaranya hiperkolesterol dan diabetes mellitus. Kekurangan sumber nutrisi tertentu seperti asam folat dapat juga mengakibatkan cacat bawaan pada bayi dan berbagai penyakit lainnya, selain itu kekurangan zat besi dapat menimbulkan anemia yang mengganggu produktivitas.

Menyikapi hal tersebut, menjadi sangat perlu dilakukan penelitian mengenai makanan sehat untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif tersebut. Dalam hal ini, penelitian pembuatan makanan sehat dilakukan dengan menggunakan bahan pangan lokal. Ketersediaan bahan pangan lokal cukup berkesinambungan sehingga dapat terjaga keberlanjutan produksi makanan sehat yang akan dilakukan.

Produk-produk pangan yang dikembangkan ini berasal dari bahan pangan lokal hasil pertanian diantaranya yaitu umbi-umbian, pangan sumber protein nabati (kacang-kacangan) dan rumput laut. Umbi-umbian merupakan bahan pangan sumber karbohidrat. Makanan sehat yang dibuat dari umbi-umbian, mengandung serat, indeks glikemik yang rendah serta senyawa aktif yang dapat bermanfaat bagi para penderita diabetes mellitus. Kegiatan makanan fungsional untuk penderita diabetes melitus merupakan kegiatan unggulan program pangan yang bersinergi dengan salah satu kegiatan di Pusat Penelitian Kimia LIPI.

Bahan pangan lainnya yang dikembangkan yaitu kacang-kacangan sebagai sumber protein. Bahan pangan sumber protein dipilih mengingat fungsi protein yang sangat penting bagi tubuh. Dalam pembuatan makanan sehat dari sumber protein nabati ini akan dilakukan optimasi proses, termasuk proses fermentasi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai cerna protein dalam tubuh. Dengan demikian diperoleh makanan sehat dengan tingkat kecernaan protein yang tinggi dalam tubuh sehingga dapat memperlancar metabolisme. Untuk meningkatkan nilai gizi bahan pangan perlu diperkaya misalnya dengan zat besi dan folat.

Selain itu, posisi geografis Indonesia yang merupakan pertemuan berbagai patahan bumi dan jalur gunung berapi di dunia, mengakibatkan frekuensi bencana alam berupa gempa bumi, gelombang tsunami dan letusan gunung berapi di Indonesia cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut sebuah budaya �sadar bencana� yang harus dikembangkan/diperkenalkan di masyarakat. UPT BPPTK LIPI sebagai salah satu institusi IPTEK, memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan teknologi yang menunjang upaya �sadar bencana� tersebut dalam bentuk makanan yang disiapkan untuk kondisi bencana.

 

A. Tujuan

Tujuan Program Pangan sampai dengan tahun 2014 yaitu:

1. Pengembangan makanan fungsional dengan memanfaatkan bahan pangan lokal berbasis umbi-umbian dan kacang-kacangan.

2. Pengembangan makanan �siaga bencana�.

workimg

Dodol Coklat | Pengembangan Geowisata Nglangeran

UPT BPPTK LIPI Yogyakarta bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Gunungkdul menyelenggarakan Program Pengembangan Klaster Kakao di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungk ...

Read More...

workimg

Pia Ulva

   Ulva Sp merupakan salah satu jenis alga/ rumput laut yang banyak terdapat di pantai berkarang. Sebagai bentuk penganekaragaman olahan pangan dan peningkatan harga jual, rumput laut jenis ...

Read More...

workimg

Mie Tacca

     Perubahan pola konsumsi mendorong timbulnya masalah-masalah kesehatan dengan munculnya berbagai penyakit degeneratif, salah satunya yaitu Diabetes Mellitus (DM). Penyakit diabetes ...

Read More...

workimg

Aneka Makanan Tradisional Dalam Kaleng

  Nama Produk Deskripsi Gudeg Kaleng Gudeg telah begitu kuat menjadi ikon kuliner khas Yogyakarta. Namun sebagai produk kuliner basah, daya simpan gudeg  tidak bertahan d ...

Read More...

workimg

DayEat: Biskuit ber-Indek Glikemik Sedang

DAY EAT adalah biskuit sehat kaya serat, berkalori rendah, berbahan dasar pangan local, khususnya ubi jalar putih dan beras merah. Produk ini telah dipatenkan dengan nomer paten: PATEN P00201304806 ...

Read More...

workimg

Alternatif Pangan Pengganti Terigu

http://koran-jakarta.com Jika dibanding dengan tepung gandum dan tepung beras, kandungan karbohidrat pada tepung garut jauh lebih tinggi.  Garut yang termasuk tanaman umbi-umbian selama ini hany ...

Read More...

workimg

Gudeg Kalengan Dibuat Tahan Hingga 1 Tahun

VIVAnews Gudeg kalengan ini diproduksi peneliti LIPI Yogyakarta. Senin, 16 Juli 2012, 13:40 VIVAnews - Makanan tradisional memiliki keterbatasan pada daya tahan dalam hitungan hari. Daya tahan i ...

Read More...

workimg

Mangut Lele Kaleng

Mangut lele merupakan makanan khas dari daerah Bantul, Yogyakarta. Lele dimasak dengan menggunakan bumbu mangut, yang didominasi dengan kuah dari santan. Komposisi Gizi Mangut Lele Kaleng : GIZI % ...

Read More...

workimg

Tepung BMC Tempe

    Tepung BMC Tempe merupakan tepung campuran dari tepung tempe dan bahan lokal lainnya (tepung beras, tepung kacang hijau dll). Tepung BMC Tempe ini dapat dibuat menjadi produk makana ...

Read More...

workimg

Gudeg Kaleng

  Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan dan dibumbui dengan kluwak. Penggemar makanan ini relatif banyak. Sayangnya, gu ...

Read More...

Call for Paper: ICONPROBIOS-2017

Dear researchers and scientists across the globe, Research Unit for Natural Product Technology, Indonesian Institute of Sciences (BPTBA LIPI) is pleased to be able to invite you to “The Interna ...

Read ...

UKM Binaan LIPI Kudus Menerima Penghargaan

Gunungkidul –Senin, 1 Februari 2016, UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Al Mawaddah Binaan IPTEKDA Tahun 2014 UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia LIPI Gunungkidul menerima Piagam Pen ...

Read ...

Workshop : Diseminasi Teknologi Pengolahan
Hasil Perikanan - BP2HP
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Pekan Teknologi UPT BPPTK LIPI Tahun 2015 Gunungkidul – Kamis, 5 November 2015, Pkl. 09:00 WIB, dalam rangka pelaksanaan Pekan Teknologi Tahun 2015 UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi ...

Read ...

Pekan Teknologi (Open House) BPPTK LIPI

Kegiatan berlangsung pada 2 - 13 November 2015. Tempat: UPT BPPTK LIPI Kegiatan:  Forum IPTEKDA dan UKM Bedah Buku Pameran produk UKM binaan LIPI Workshop Pengolahan Perikanan Seminar F ...

Read ...

Mencoklatkan Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunungkidul � UPT BPPTK LIPI Yogyakarta bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Gunungkdul menyelenggarakan Program Pengembangan Klaster Kakao di Desa Nglanggeran ...

Read ...

Diseminasi Teknologi Olahan Pangan untuk Kecamatan Pajangan-Bantul

Gunungkidul UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Gunungkidul mengadakan kegiatan Diseminasi Teknologi Olahan Pangan untuk Kecamatan Pajangan- ...

Read ...

Makanan Khas Gunungkidul dalam Kaleng

Harian Kedaulatan Rakyat WONOSARI (KR) - Sejumlah produsen makanan olahan di Gunungkidul meningkatkan produksi untuk melayani kebutuhan Lebaran, maupun oleh-oleh pemudik kembali ke perantauan. Tida ...

Read ...

Bongkar Resep Warisan Sebelum Dikalengkan (2)

http://m.tabloidnova.com Terkendala Dana Sekitar tahun 2008-2009, LIPI, kata Kepala Divisi Program dan Kerjasama LIPI Jogja Satriyo Krido Wahono,ST , melakukan uji coba produk kalengan yang i ...

Read ...

Diseminasi Teknologi Olahan Pangan UPT BPPTK LIPI mendukung PNPM di Gunungkidul

Gunungkidul UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Gunungkidul mengadakan kegiatan Diseminasi Teknologi Olahan Pangan untuk 2 kecamatan di Gunu ...

Read ...

Alternatif Pangan Pengganti Terigu

http://koran-jakarta.com Jika dibanding dengan tepung gandum dan tepung beras, kandungan karbohidrat pada tepung garut jauh lebih tinggi.  Garut yang termasuk tanaman umbi-umbian selama ini hany ...

Read ...

Read More

THE EFFECT OF ADDITION OF Lactobacillus plantarum S4512 ON THE MICROBIOLOGICAL AND CHEMICAL CHARACTERISTICS DURING SORGHUM ( Sorghum bicolor L. Moench) FERMENTATION

Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) is one of the major food crops of the semiarid regions of Africa and Asia. Compared to other major cereal crops, sorghum has a distinct advatage of being ...

Read ...

PERUBAHAN MUTU GUDEG KALENG “BU TJITRO” SELAMA PENYIMPANAN

Gudeg adalah makanan tradisional dari Yogyakarta dengan masa simpan pendek. Untuk memperpanjang masa simpannya, gudeg dikemas dengan kaleng. Penelitian tentang perubahan mutu gudeg kaleng selama p ...

Read ...

Read More

Meet the Team

Andri Frediansyah, M.Sc

peneliti, lab-pangan

Pria yang lahir di Bantul pada 0000-00-00 ini pakar di bidang mikrobiologi. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S2 Mikrobiologi

Anggita Sari Praharasti S.T.P, M.Sc

peneliti, lab-pangan

Wanita yang lahir di Salatiga pada 1987-07-20 ini orang yang periang dan supel. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S1 Teknologi Pertanian UGM

Annisa Kusumaningrum, M.T

peneliti, lab-pangan

Wanita yang lahir di Semarang pada 1990-11-22 ini pakar di bidang teknologi kimia. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S2 MAGISTER TEKNIK KIMIA UNDIP

Asep Wahyu Sugianto

teknisi, lab-pangan

Pria yang lahir di Majalengka pada 1973-07-29 ini orang yang terampil. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di SLTA

Bekti Juligani

teknisi, lab-pangan

Pria yang lahir di Yogyakarta pada 1966-07-25 ini orang yang cekatan. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di SLTA

Cucu Herliani

teknisi, lab-pangan

Wanita yang lahir di Sumedang pada 1962-09-13 ini orang yang teliti. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Analis Kimia Bandung

Dr. Asep Nurhikmat, M.P

peneliti, lab-pangan

Pria yang lahir di Bandung pada 1971-10-24 ini pakar di bidang teknologi proses. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di Program Doktoral Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Dra. Dini Ariani, M.Si

peneliti, lab-pangan

Wanita yang lahir di Yogyakarta pada 1967-06-05 ini pakar pangan fungsional. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S2 Bioteknologi UGM

Ervika Rahayu RNH, M.Sc

Kepala-Lab, peneliti, lab-pangan

Wanita yang lahir di Surabaya pada 1985-11-27 ini orang yang sangat mudah bersahabat.. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S2 Teknologi Pertanian UGM

Ir. Agus Susanto

peneliti, lab-pangan

Pria yang lahir di Ponorogo pada 1959-08-15 ini pakar dibidang pengemasan makanan. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S1 Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bandar Lampung

M. Kurniadi, MTA

peneliti, lab-pangan

Pria yang lahir di Majalengka pada 1957-03-15 ini pakar di bidang teknologi pangan.. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S2 Magister Teknologi Agroindustri Universitas Lampung

Miftakhussolikhah S.T.P, M.Sc

peneliti, lab-pangan

Wanita yang lahir di Bantul pada 1988-09-05 ini pakar di bidang teknologi pangan. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di Teknologi Pertanian UGM

Muhammad Angwar, M.Sc

peneliti, lab-pangan

Pria yang lahir di pada 0000-00-00 ini . Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S2 TP UGM

Nana Hidayat

teknisi, lab-pangan

Pria yang lahir di pada 0000-00-00 ini . Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di

Rifa Nurhayati, M.Sc

peneliti, lab-pangan

Wanita yang lahir di Bantul pada 1984-12-01 ini pakar dalam bidang teknologi pangan. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S2 Teknologi Pertanian UGM

Siswo Prayogi

teknisi, lab-pangan

Pria yang lahir di pada 0000-00-00 ini . Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di

Tri Wiyono, S.Farm

peneliti, lab-pangan

Pria yang lahir di Gunungkidul pada 1984-10-11 ini orang yang supel dan sederhana. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Farmasi UGM

Yuniar Khasanah, M.Sc

peneliti, lab-pangan

Wanita yang lahir di Klaten pada 1980-12-09 ini pakar di bidang teknologi pangan. Beliau telah menyelesaikan pendidikannya di S2 Teknologi Pertanian UGM

Tweet |